Apakah Kondisi Hipnosis Sama dengan Tidur?

Posted on Posted in Hipnosis

 

Bagi masyarakat awam, kondisi hipnosis sering diartikan dengan kondisi tidur atau kondisi tidak sadarkan diri. Padahal, kedua hal tersebut sangatlah berbeda.

Kondisi hipnosis biasa disebut dengan istilah trance (dibaca: trans). Kondisi hipnosis TIDAK SAMA dengan tidur. Meskipun terlihat sama, tidur hipnosis/trance berbeda dengan tidur biasa. Seseorang yang sedang dalam kondisi trance, meskipun kelihatannya tidur, namun dia sebenarnya masih bisa mendengar suara disekitarnya, namun hanya fokus pada suara penghipnosis.

Dalam kondisi trance, pikiran sadar akan berkurang keaktifannya atau bahkan tidak aktif. Hal inilah yang membuat sugesti bisa langsung masuk ke pikiran bawah sadar.

Kondisi hipnosis juga bukan berarti tidak sadarkan diri. Saat seseorang berada dalam trance, dia sebenarnya masih bisa mendengar. Dia hanya merasakan rileks sekaligus fokus.

Saat seseorang dalam kondisi hipnosis, dia masih bisa mendengar dan juga merespon sugesti. Bahkan, dia masih bisa menolak sugesti yang dianggap bertentangan dengan nilai yang dia anut.

Kondisi Hipnosis (Trance) Tidak Selalu Identik dengan “Tidur”

Mungkin belum banyak yang tahu bahwa kondisi hipnosis sebenarnya tidak selalu identik dengan tidur. Seseorang bisa saja masuk kedalam kondisi hipnosis dalam kondisi mata terbuka. Dan perlu anda ketahui bahwa sebenarnya kondisi hipnosis merupakan kondisi alamiah. Setiap orang pasti pernah merasakan kondisi hipnosis yang terjadi secara alami dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika kita menonton film dengan fokus sampai tidak sadar ketika nama kita dipanggil, ketika kita hanyut mendengarkan musik dll. Itu semua adalah contoh trance yang terjadi secara alami dan tanpa menutup mata.

Beberapa orang pernah bercerita kepada saya bahwa mereka telah menjadi korban kejahatan hipnosis. Mereka kehilangan barang berharga yang dibawanya. Saat saya tanya bagaimana kronologinya, mereka mengatakan bahwa awalnya mereka diajak mengobrol dan mereka tidak ingat apa-apa hingga akhirnya mereka kehilangan barang berharganya. Mata mereka tetap terbuka, namun mereka seperti kehilangan kesadaran. Nah, inilah yang saya maksud dengan kondisi hipnosis dengan mata terbuka.

Oleh pelaku, mereka digiring kedalam trance dengan mata terbuka melalui obrolannya. Setelah itu, saya memberikan beberapa trik kepada mereka agar mereka terhindar dari kejahatan hipnosis.

Kesimpulannya adalah kondisi hipnosis merupakan kondisi alami. Dan kondisi hipnosis juga tidak selalu identik dengan mata tertutup.

Demikianlah kenyataannya…

 

 

Arie Wahyu Dwi adalah seorang praktisi hipnosis dan juga hipnoterapis bersertifikat. Selain itu, dia juga mempelajari berbagai keilmuan lain yang berkaitan dengan pikiran manusia seperti NLP, EFT dll. Ingin berteman dengannya? Silakan follow sosial medianya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *