Gagal Melakukan Shock Induction? Coba Baca Ini

Posted on Posted in Hipnosis

Jika anda membaca artikel ini, maka saya berasumsi bahwa anda sudah pernah belajar hipnosis, baik ditempat saya ataupun ditempat lain. Nah, mungkin beberapa dari anda ada yang belum berhasil mempraktekkan shock induction atau induksi cepat. Kali ini kita akan membahas beberapa penyebab kegagalan shock induction yang mungkin juga anda alami.

 

1. Mempraktekkan shock induction pada subyek yang sugestivitasnya rendah/buruk.

Penyebab yang satu ini sangatlah umum terjadi. Faktanya, teknik shock induction/induksi cepat tidak bisa dilakukan pada subyek yang sugestivitasnya rendah/buruk. Dan percaya atau tidak, masih banyak yang nekat menggunakan shock induction pada subyek sugestivitas rendah. Hasilnya? Tentu kegagalan akan menghampiri. Belum lagi rasa malu yang harus ditanggung.

 

Jadi, sebelum melakukan shock induction pastikan bahwa subyek anda memiliki tingkat sugestivitas tinggi dengan cara tes sugestivitas. Jika ternyata subyek anda tingkat sugestivitasnya buruk, cari yang lain. Jangan memaksakan shock induction pada subyek sugestivitas buruk.

 

2. Kurang terjalinnya rapport.

Dahulu, saya pernah mencoba melakukan hipnosis pada seseorang. Berdasarkan tes sugestivitas yang saya lakukan, orang ini jelas termasuk kategori sugestivitas tinggi. Berbagai tes sugestivitas yang saya lakukan selalu berhasil. Lalu ketika saya melakukan shock induction, anda tahu apa yang terjadi ? Saya gagal! Malu sih, namun saya yakin dibalik kegagalan selalu tersimpan hikmah yang bisa dipetik.

 

Dan benar saja, setelah kejadian tersebut saya merenung. “Kira-kira apa yang salah?“, begitu isi pikiran saya selama berhari-hari. Tak lama kemudian, saya menemukan jawabannya. Aha, ternyata ada satu hal yang saya sepelekan, yaitu RAPPORT.

 

Rapport (hubungan emosi) merupakan pondasi dasar dalam melakukan hipnosis. Tanpa jalinan rapport yang baik, proses hipnosis tidak akan berjalan mulus. Saat itu saya gagal melakukan shock induction karena jalinan rapport antara saya dengan subyek tidak begitu baik. Subyek kurang percaya kepada saya. Masih ada keraguan pada saya dalam diri subyek. Mungkin takut rahasianya terbongkar atau apa saya tidak tahu. Yang jelas, subyek kurang percaya kepada saya. Dan inilah yang membuat saya gagal waktu itu, padahal subyek mempunyai sugestivitas yang baik.

 

3. Timing yang kurang tepas.

Penyebab kegagalan selanjutnya adalah timing atau waktu yang kurang pas. Maksudnya adalah timing/waktu ketika kita mengucapkan kata “tidur”. Pada saat kita membuat kejutan shock induction (misalnya ketika menarik tangan subyek), pikiran sadar subyek akan lengah sekitar 2 sampai 5 detik. Dalam waktu yang hanya 2 sampai 5 detik itulah seharusnya anda katakan “tidur” pada subyek. Kalau anda sampai telat ngomong, maka kemungkinan besar anda akan gagal karena pikiran sadar subyek terlanjur aktif kembali. Anda paham maksud saya, bukan?

 

Nah, itulah beberapa penyebab kegagalan shock induction yang sering terjadi. Anda mau menambahkan? Silakan tambahkan dikolom komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *